Minggu, 08 April 2012

SOCRATES ITU NABI

SOCRATES: DIHUKUM MATI KARENA MEMPERCAYAI TUHAN YANG TIDAK DIAKUI NEGARA

Socrates dilahirkan kurang lebih tahun 399 sebelum masehi di Athena, Yunani. Dunia sejarah  mengenalnya sebagai seorang filsuf. Dalam buku-buku sejarah ia tercatat sebagai orang yang miskin dan menghabiskan hidupnya mengajak manusia ke arah kebaikan. Di dalam sebuah lukisan “Socrates y Alcibiades” milik Raccolia Treves de Bonfili di Venice Italia, digambarkan bahwa Socrates memarahi sahabat baiknya yang sedang melakukan pesta orgi (pesta seks).

Socrates dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan kota yang dikenal sebagai the Court of the heliats atas dakwaan dari teman baiknya, Meletus. Yang dalam catatan sejarah berbunyi sebagai berikut :
Meletus, the son of Meletus, of Pitthea, impeaches Socrates, the son of Sophroniscus of Alopece, to wit: Socrates is guilty on the ground that he does not recognize the gods recognized by the State, but introduces other new divinity; he is further guilty on the ground that he corrupts the youth. The penalty is death.

Socrates dituduh tidak mempercayai tuhan yang sudah diakui negara dan memperkenalkan tuhan baru (lihat kata-kata yang dicetak tebal). Selain itu, ia dituduh melakukan “pembusukan” terhadap kawula muda dengan cara memperkenalkan tuhan baru yang tidak diajarkan orang tuanya. Tuntutan hukuman yang pantas adalah mati.

Dalam pembelaannya di depan para juri Socrates bertanya kepada Meletus: “but tel me, in the name of Zeus, your god, do you really think that i believe There is no god? Nobody will believe that meletus, and i doubt whether you do your self”.

Rupanya karena Socrates tidak mempercayai tuhan-tuhanya negara maka dalam dakwaannya Meletus menuduh Socrates tidak bertuhan alias atheis. Dari sisi legal, Socrates menolak tuduhan ini dan menantang Meletus untuk bersumpah atas nama tuhan yang dipercayai oleha Meletus, yaitu Zeus bahwa dirinya tidak bertuhan. Socrates memiliki Tuhan yang tunggal yang tidak disebutkan dalam konstitusi negara yaitu Sang Khalik Tuhan Yang Esa.

Akhirnya Socrates mengatakan kepada dewan juri yang berjumlah 501 orang bahwa dengan menghukum mati beliau maka mereka sendiri yang merugi. Socrates mengatakan bahwa dirinya adalah “utusan” Tuhan yang dalam catatan disebut sebagai “a god’s gift to Athenian society”. Ia mencurahkan waktunya untuk masyarakat ketimbang keluarganya, memberikan nasihat bak seorang ayah atau kakak kepada mereka agar menjadi orang yang lurus. “hadiah” dari Tuhan ini jarang sekali didapat oleh manusia; mengapa masyarakat Athena ingin menghukumnya?.

“such a man, citizens, you will not easily find again, and if you take my advice you will separe me....... and that I am such a gift of God to the State you can see from this my conduct; for it is not in the ordinary course of human nature that i should have been Tju neglectful of my own affairs, and have suffered my household interests to be uncared for these many years, while i was continually bussying myself with yours, going about to each one of you individually,like a father or an elder brother, and trying to take thoght for virtue”.

Dewan juri mengadakan voting dan kemenangan berada di pihak Meletus dengan selisih 60 suara. Socrates harus menjalani hukuman mati dan sebelum eksekusi berlangsung ia meminta kepada Crito, temannya untuk melunasi utang seekor ayam jantan kepada Aesculapius.

Dari berbagai pustaka tentang Socrates yang saya baca dapat disimpulkan bahwa sesungguhnya ia adalah seorang utusan Tuhan untuk mengajak bangsanya untuk menyembah Tuhan yang Esa, bukan tuhan-tuhan yang telah ditetapkan oleh negara. Tidakkah dikatakan di dalam Al-Quran bahwa untuk setiap umat ada seorang Rasul? (surat Yunus 10:47, surat Ar-Ra’d 13:7)

Socrates adalah seorang utusan Tuhan untuk bangsa kulit putih yang ditolak oleh para juri yang mewakili negara. Memang benar yang dikatakan oleh jesus bahwa nabi-nabi selalu ditolak oleh kaumnya (Lukas 4:24)

Oleh: Dr. Ir Soekman Soma, M.Sp, M.Eng

Pengikut